Jumat, 04 November 2016
H. A. M. P. A
Ketika kebencian sudah menyatu dengan emosi. Akal rasional tidak dapat dikendalikan. Hati mulai tidak peka. Dan.. hampa yg akan datang.
Aku berusaha membaca keadaan, memahami peristiwa namun profokasi dimana mana.
Mungkin berawal dari keisengan untuk meramaikan pesta demokrasi. Menghilangkan satu kata yg akhirnya membuat sebuah "gimmick" serius. Mengorbankan orang orang tidak tahu atau sengaja untuk tidak mau tahu. Orang yg menelan segala tanpa saringan.
Menyebarkan kebencian, menyatukan emosi hawa nafsu.
Aku lelah, aku malu, hingga ring siaga 1 diriku termakan issue murah!
Tertawalah kalian di ujung sana! Hai kalian!! Puas?! Aku terlalu polos untuk memperkirakan rencana besar kalian selanjutnya.
Apa yg kalian cari? Kekuasaan?! Harta?! Hai bung semua itu tidak ikut dibawa mati !!!
Lelah, malu.
Dimakan efek ibadah rutin kalian!?
Semudah itu termakan isu?! Fitnah?!
Aah kalian seenaknya...
Ulama sebenarnya, tidak akan mengajak untuk membenci.
Ulama akan menjadi penyejuk dengan warisan ilmunya.
Wallahualam.
Langganan:
Postingan (Atom)