Senin, 17 November 2014
Rasa yang tersampaikan
Ketika aku masih berseragam putih-abu, di mana semua rasa,cerita, persahabatan, dan cinta berada pada titik labil. Ya aku tahu ada sesuatu yang mengganjal pikiran dan hatiku ketika itu. Ketika aku merasa harus ada penjelasan akan hal ini. Aku beranikan untuk menjelaskan, atau lebih tepatnya mengutarakan hal yang mengganjal. Tidak secara langsung, hanya lewat telpon tapi aku yakin ini jalan terbaik ketika itu. Aku menghubungi seseorang, dan syukurnya langsung di angkat oleh orang yang aku tuju. Aku berbasa basi terlebih dahulu, menyanyakan kabar. Ketika aku rasa cukup untuk berbasa basi, aku beranikan mengutarakan sesuatu yang mengganjal hati dan fikiranku ketika itu. Awalnya pancingan, aku katakan bahwa aku sedang menyukai seseorang, orang itu menanggapi santai seperti biasanya aku bercerita, namun ketika aku mengatakan bahwa yang aku suka adalah dirinya,,,orang itu hanya tertawa dan mengatakan bahwa aku hanya bercanda. Aku tegaskan bahwa aku berkata sejujurnya, aku mengutarakan hal ini agar tidak ada yang mengganjal di hati dan fikiranku, aku tidak menginginkan lebih. Setelah itu aku pamit untuk menyudahi telpon dan aku tutup telponnya. Iya malu, tapi aku menghargai kejujuran dan keberanianku agar tidak ada yang berkepanjangan, agar aku tidak menyesal, dan yap LEGA. Setelah itu hubungan kami renggang, amat rengggang namun aku tak masalah karena rasaku telah tersampaikan.
Perjalanan ke semarang part 3
Setelah tes selesai, tinggal memenuhi kebutuhan media sosial hehehehe. Tapi sayangnya di hari senin hujan turun lebat so aku, muthia dan nycha ga jadi hunting foto keren. malamnya aku bermalam di kos sepupuku daerah kota. Ga tau kenapa hawa itu kos agak serem, ternyata bener aja itu rumah lama. Di rumahnya banyak bgt patung sama lukisan, kebayangkan! Tapi sampai pagi gue aman terjaga hahahaha. Di hari terakhir aku ga mau sia-sia in. Tujuan pertama adalah oleh-oleh bandeng juana titipan bunda ratu di rumah (re: nyokap). Selanjutnya gue ke lawang sewu, karena waktunya sebentar (buru" ngejar kereta) akhirnya gue cuma foto di depan dengan view bangunan lawang sewu di belakang. Terus ga tau kenapa aku lumayan terpesona sama tugu muda. Mungkin karena masih muda jadi bergelora ngeliat ada tugunya. Dan terakhir foto' di depan stasiun. Uniknya di stasiun semarang tawang (naik eksekutif ni,,) ada live musicnya. Lagu tembang kenangan si, tapi mendukung banget dengan suasana stasiun yang emang oldish. Dan kereta pun datang,, aku berpamitan dengan mutia dan nucha. Sebelum itu mutia sempet ngajak ngeliatin orang yg katanya manis, "liat arah jam 12" dan ternyata mas yg di bilang manis udah berkeluarga hahahhaha.Dan kereta yang aku tumpangi pun jalan. Sepanjang perjalanan aku sangat menikmati karena ada jalur yang lewat tepat di bibir pantai. Dan aku sampai jakarta dengan selamat!! Sampai ketemu lagi semaraaaang.
Minggu, 16 November 2014
Perjalanan Semarang Part 2
Dan akhirnya hari itu aku bermalam di rumah mutia bersama temanku nucha (nurul chantik. Mutia tinggal bersama kakak perempuannya ka ida dan anaknya yang masih bayi raziq. keesokannya aku ke kos nucha untuk verifikasi berkas. Oia tujuan awal aku ke semarang untuk ujian masuk MM Undip. Setelah bersiap untuk verifikasi berkas, kami bernagkat menuju gedung tempat verifikasi, di LPPM Undip namun gedung tertutup rapat. Setelah bertanya ke satpam, ternyata di pindah ke gedung ICT. Sesampainya di gedung ICT ternyata tidak ada tempat untuk verifikasi, entah ada miss komunikasi di mana akhirnya aku telpon panitia langsung, dan ternyata aku harus turun ke Undip bawah tepatnya di gedung MM untuk verifikasi. Akhirnya kami langsung menuju MM, namun di tengah perjalanan ban motor yg kamu tumpangi bocor, akhirnya aku memutuskan untuk naik kendaraan umum saja agar cepat sampai tujuan, disamping itu nucha juga mau ada urusan yang lain. Yap ini pertama kali aku naik angkutan umum di semarang, namun ga masalah karena setiap mau kemana" aku juga pake kendaraan umum. Setelah kurang lebih 45 menit bus sampai di MM undip, dan aku segera mencari ruangan untuk verifikasi. Setelah itu saya memutuskan untuk langsung pulang dengan menggunkan bus yg sama, namun kata orang sekitar undip bus yg akan aku tumpangi datangnya lama. Oke akhirnya aku makan lontong sayur dulu,sembari menunggu bus. Akhirnya bus datang dan aku bergegas naik dan yaaap aku lupa ancer" kos nucha. Berbekal ilmu ke sotoyan akhirnya aku bisa sampai di kos nucha dengan selamat.
Keesokannya hari tes pun tiba, aku mengikuti tes dengan sebaik mungkin. Tempat tes yang ada di dua lokasi membuat agak ribet karena jarak dari undip tembalang ke undip bawah tidak dekat, sednagkan waktu istirahat hanyalah sebentar. Tapi semuanya udah aku lewatin dan tinggal tungu hasilnya.
Perjalanan ke semarang part 1
Tepat satu minggu yang lalu aku melakukan perjalanan ke dearh jawa tengah, semarang tepatnya. Aku berangkat dari stasiun senin dengan menggunkan kereta ekonomi Tawang Jaya, dengan tiket yg amat murah yaitu 45rb aku udah bisa sampai ke semarang. Sesampainya di staiun semarang poncol aku menunggu di jemput temanku Muthia, dan petualangan di semarang dimulai dari sini. Muthia datng menjemput, dan kami langsung menuju mall paragon untuk bertemu temanku yang lain, kita sempet salah jalan sih tapi akhirnya ketemu juga.Namun setelah sekitar tiga jam menunggu temen kami tidak kinjung datang dan akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke rumah mutia daerah kedung mundu. Langit sudah gelap menandakan akan turun hujan, namun kami tetap melnjutkan perjalanan, dan yap akhirnya kami basah kuyup. Oia, FYI mutia juga belum lama di semarang jadinya sempet salah jalan lagi tapi akhirnya kami sampai juga di rumah mutia.
Langganan:
Postingan (Atom)