coratcoretcerita
Sebuah catatan keseharian, pengalaman, atau ungkapan. Just for fun!!
Minggu, 19 Maret 2017
P. R. I. O. R. I. T. A. S
Hari ini menurut aku pelajaran berharga banget. Dimana aku tau apa prioritasku dan prioritas orang sekitarku. Sedih memang ketika suatu yg dianggap prioritas namun disepelakan oleh orang sekitar. Tapi ada yg lebih sedih dari itu terjadi hari ini, ketika kesepakatan yg dengan sadar dan jelas telah disepakati malah diingkari karena beda prioritas. Proses hidup kembali, terimakasih telah diberi pengalaman kembali. Untuk mencapai tiga moto hidup memang harus bisa dilakukan semuanya. #wise #outstanding #freedom
Senin, 13 Maret 2017
"Ada kehidupan setelah PILKADA"
Pesta demokrasi sudah dilakukan, selamat bertugas kepada kepala daerah yang telah terpilih. Semoga bisa menjadi pemimpin yang amanah. Untuk pasangan calon yang belum terpilih semoga bisa legowo, kalah dalam pilkada bukan berarti tidak ada harapan untuk menjalani hidup kembali. Selanjutnya untuk para pendukung yang terorganisir maupun tidak semoga segara berbaikan dengan teman yang berbeda pilihan. Ada yang menarik selain kehidupan para pasangan calon pemimpin daerah yang mengikuti pemlihan umum. Yaitu para relawan, simpatisan, pendukung, atau apalah sebutannya. Sikap mereka sebut saja para pendukung ada yang mendukung secara realistis, dewasa, dan santun namun ada juga yang fanatik, "kekanakan-kanakan" dan sangat tidak santun. Satu hal yang harus para pendukung tahu adalah "ada kehidupan setelah PILKADA". Sebagaimana nasihat yang sering kita dengar adalah "Jangan terlalu cinta dan jangan terlalu benci". Sebagaimana kehidupan seperti roda berputar, kadang di atas kadang di bawah. Kita tidak tahu jika seandainya orang yang pernah kita hujat karena berbeda pilihan politik malah akan menjadi orang yang membantu dikemudian hari. Singkat cerita, sebagaimana pilpres 2014 lalu, di mana bakal pasangan calon hanya ada dua pilihan. Yaitu Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta. Saat itu situasi di dunia nyata maupun dunia maya seperti hanya ada dua pilihan layaknya hidup-mati, hitam-putih, benar-salah tanpa ada bumbu warna-warni maupun deskripsi yang bisa membuat jadi lebih indah. Aku punya seorang teman yang amat sangat tidak mendukung salah satu paslon presiden (samapai taraf pembenci mungkin). Seperti layaknya buzzer dia selalu mengirimkan berikta-berita yang belum jelas referensi atau rujukannya yang pasti menjelekkan atau menggiring opini tidak baik pada salah satu caon presiden tersebut. Teman-teman yang sepikiran dengannya pasti senang dengan berita yang belum tentu benar tersebut (yang penting calon yang didukung aman). Namun tidak semua sepikiran, maka timbul lah perdebatan di kolom komentar yang bisa dipastikan berujung debat kusir yang tiada akhirnya. Akhirnya pilpres itu pun selesai hidup kembali normal seperti sedia kala, social media kembali memposting berita tentang kehidupan si empunya (bukan politik). Walaupun kadang masih saja mengirimkan tautan yang tidak jelas sumbernya. Seperti yang telah ditakdirkan Tuhan, pasangan yang terpilih bukan pasangan calon presiden pilihan temanku itu. Hidup pasca pilpres kembali damai seperti sedia kala, yang belum aku tahu apakah temanku sudah saling berminta maaf dengan kawan debat kusirnya di kolom komentar?
Alhamdulillah pemerintahan presiden terpilih memang patut diacungi jempol, karena Indonesia semakin berjalan kearah yang lebih baik khususnya bagi pembangunan yang berkelanjutan. Temanku yang dulunya (bisa dibilang membenci)presiden terpilih ini, dengan izin Allah salah satu keluarganya dipilih untuk mengabdi pada negri. Dan sebelum menjalankan amanah dilantik oleh presiden yang dulu bukan pilihannya, yang dulu mungkin dijelek-jelekkan bahkan bisa saja disebar berita yang tidak benar oleh dirinya maupun keluarganya. Aku sebenarnya penasaran apa yang dirasa dilantik oleh orang yang tidak disukai. Tapi inilah bukti bahwa ada kehidupan setelah pilkada yang punya rentang waktu lebih panjang dari masa pilkada. Waktu yang memang sebenar-benarnya menjalani kehidupan.
Oia sebentar lagi akan ada putaran kedua untuk beberapa daerah khususnya DKI Jakarta. Black Campaign, Negative Campaign pasti ada. Pesen dari saya adalah gunakan akal sehat untuk mencerna berita atau info yang didapat, serta gunakan hati untuk membantu mata dan otak mensingkronkan pilihan diputaran kedua ini.
Selamat Berpesta Demokrasi!!!
Jumat, 04 November 2016
H. A. M. P. A
Ketika kebencian sudah menyatu dengan emosi. Akal rasional tidak dapat dikendalikan. Hati mulai tidak peka. Dan.. hampa yg akan datang.
Aku berusaha membaca keadaan, memahami peristiwa namun profokasi dimana mana.
Mungkin berawal dari keisengan untuk meramaikan pesta demokrasi. Menghilangkan satu kata yg akhirnya membuat sebuah "gimmick" serius. Mengorbankan orang orang tidak tahu atau sengaja untuk tidak mau tahu. Orang yg menelan segala tanpa saringan.
Menyebarkan kebencian, menyatukan emosi hawa nafsu.
Aku lelah, aku malu, hingga ring siaga 1 diriku termakan issue murah!
Tertawalah kalian di ujung sana! Hai kalian!! Puas?! Aku terlalu polos untuk memperkirakan rencana besar kalian selanjutnya.
Apa yg kalian cari? Kekuasaan?! Harta?! Hai bung semua itu tidak ikut dibawa mati !!!
Lelah, malu.
Dimakan efek ibadah rutin kalian!?
Semudah itu termakan isu?! Fitnah?!
Aah kalian seenaknya...
Ulama sebenarnya, tidak akan mengajak untuk membenci.
Ulama akan menjadi penyejuk dengan warisan ilmunya.
Wallahualam.
Senin, 31 Oktober 2016
Choice (pilihan)
Seperti yg terjadi akhir"ini. Media masa sedang gencar membahas kandidat peserta pilkada serentak 2017. Berbagai daerah memiliki kandidat masing-masing. Begitupun juga DKI Jakarta. Sebagai ibu kota negara pasti memiliki porsi lebih saat publikasi. Ada 3 kandidat di pilkada DKI 1. Agus-sylivi 2.Basuki-Djarot 3. Anies -Sandi. Setiap warga dki berhak memilih pilhannya, tanpa paksaan. Masing" kandidat punya visi dan misi untuk memajukan DKI jakarta. Tinggal pilih yg relevan dan rasional.
Masih di pilkada DKI, aku merasa ada kubu pembenci, penengah, dan penyinyir (✌) hehehe. Sah sah aja diantara mereka kampanye namun, jangan sampai saling menjatuhkan, apalagi fitnah. Tapi seperti tidak mungkin hal itu dihindari saat kampanye ya.
Selanjutnya, isu sara pun menjadi momok seksi untuk terus di suarakan. Apalagi ada gerakan yg memang senang akan perdebatan hal itu. Semoga tidak sampai ada perpecahan hanya karena tidak mau saling memaafkan, tenggang rasa, dan berfikir sempit.
Sedih memang ketika banyak orang yg dengan ringannya menyebar berita yg belum tentu kebenarannya. Lalu berakhir dengan kericuhan.
Tunjukan sikap terbaik dalam segala hal!
Dan tentukan pilihan!
Senin, 10 Oktober 2016
Cara menghilangkan tai lalat
Hai... Sekarang aku mau tulis tips cara menghilangkan tai lalat. Sebenernya in based on pengalaman aku banget. Mulai yaa...
1. Bawang putih
Dengan bawang putih yg ditumbuk, lalu ditempelkan ke tai lalat maka daerah yg kena bawang putih jadi agak lembek. Aku pake berulang setiap bawang putih tumbuk mulai mengering. Aku ulangi terus sebanyak 3 kali dalam 1 jam. Kalo kira kira udh perih dan lembek aku olesin minyak sanghong, atau zaitun. Gunanya agar daerah tab mengering dan tau lalat bisa hilang. Tapi proses ini memang terhitung lebih lama dari pada dengan menggunakan kapur sirih yg dicampur sabun mandi cair (bisa juga sabun colek).
2. Kapur sirih yg dicampur sabun mandi cair
Nah untuk cara yg ke dua, dari pengalaman yg aku alami (ciee) lebih cepat prosesnya dari pada menggunakan bawang putih yg ditumbuk. Cara membuatnya kapur sirih dihancurkan sampai seperti serbuk lalu dicampur sabun mandi cair. Setelah itu dioleskan ke daerah yg ada tau lalat. Step selanjutnya sama seperti diatas, ketika sudah mengering dioleskan kembali. Setelah dioles beberapa kali, agar cepat mengering oleskan minyak sanghong atau zaitun.
3. Kalusol (obat kutil)
Nah kalo ini dari cerita Temen yg ngilangin tai lalat pak obat ini. Caranya juga sama dioles saja.
Oke deh sehati aja tipe dari aku...
Bye...
Senin, 26 September 2016
Welcome back
Welcome semuanya,,, udah lama ga nulis panjang panjang. Setelah 3 smester kuliah di kampus yg terkenal dengan slogan "we are the yellow jacket" ternyata memang melelahkan. Disamping dengan tugas dan persaingan, tetapi jarak tempuh rumah dan kampus yg membelah kawasan macet ibu kota. But well skrg udh nyusun tesis doakan segera selesai dengan hasil yg memuaskan. Ngomong ngomong ttg kepuasan, akhir akhir ini lagi banyak yg ngomongin ttg kepuasan berkarya. Tapi yg lagi hits karya yg "puas" itu yg nunjukin diri sendiri. Mungkin disini gue kritisi karya yg menurut gue berdampak "negatif" lebih banyak. Salah satu rapper yg punya youtube channel y**ngl*x punya banyak bgt video yg buat diri si empunya puas atas karyanya. But unfortunately karya beliau justru terkesan ngajak b*ndel. Dan ga mikir kalo karyanya bebas di tonton berbagai usia. Jujur gue berdoa beliau ybs bisa segera menerbitkan karya yg memang bermanfaat dan memiliki dampak positif. Memang skrg era digital dan semua orang bebas berkreasi, tapi seenggkanya masing masing orang punya pakem untuk menyajikan tayangan /tontonan yg "aman".
Bisa dengan memberikan kualifikasi penonton, jgn dibebaskan siapa aja boleh nonton, padahal ada adegan atau kata kata yg tidak pantas ditonton semua kalangan.
Apa yg kita tebar itu yg kita tuai, gitu aja sih sebenarnya. Oia ini baru warmingup gue mulai isi blog lagi. See you next chit chat!! Byee
Kamis, 01 Januari 2015
Selamat Tahun Baru 2015
Happy New Year, Selamat tahun baru.
365 hari lalu udah aku lewatin. Suka, sedih, gembira, bahagia, susah, di rasain di tahun 2014. Resolusi terbesar di tahun 2014 adalah menjadi sarjana. Ya, menurut segelintir orang menjadi sarjana adalah hal lumrah. Memang sangat lumrah tapi didapat dengan cara yang bikin muntah! Dari mulai menjalani kuliah teori 7 semester, dan ada tambahan semseter darurat di semester 8 yg mengharuskan tetap kuliah di smester rawan itu. Lalu mngejukan judul skripsi, ditolak cari lagi, mati-matian mempertahankan judul agar tidak mencari ulang. Deg-degan dapet dosen pembimbing skripsi, dan sampai lah di seminar skripsi. Tepat 1 tahun lalu tgl 22 januari harusnya aku melakukan seminar skripsi, namun dikarenakan ada kesalah pahaman menjadi 28 Januari. DI lanjut dengan proses pengerjaan skripsi kurang lebih 4 bulan dengan berbagai rasa dijalani hingga sampai pada sidang akhir skripsi. 11 Juni 2014 aku menjalankan sidang skripsi dan alhamdulillah ga ditunda. oia kalian harus tau kalau pembumbing skripsiku adalah dosen pembimbing yang ditakuti bahkan tidak diharapkan sebagian besar mahasiswa untuk menjadi dosen pembimbing skripsi. Bagiku itu bukan hal yg perlu dipusingkan, karena yakin aja banyak alumni yang sudah selesai beliau bimbing dan jadi sarjana, berarti peluang itu masih ada.
Walaupun setelah aku menyelesaikan semua urusan dengan skripsi dan urusan kuliah S1 aku berusaha untuk tidak ada hubungan, atau sekedar berkabar kepada beliau. Mungkin itu hasil akumulasi dari sekian banyak penolakan sikap dari aku selama proses skripsi terhadap sikap dan kebijakannya, tapi ah sudahlah hal ini tidak usah dibahas terlalu banyak.
Setelah menyelesaikan s1 aku merasa jadi pengangguran yang tugasnya traveling, berpindah tempat dari satu kota ke kota lain, dan feel free!! Disamping mempersiapkan kelanjutan studiku yang awalnya amat sangat ingin di negeri tetanggga, negri jiran. Aku juga mengikuti 2 tes masuk di universitas dalam negeri UNDIP Semarang dan UI. Alhamdulillah 2 universitas iyu menerima aku sebagai calon mahasiswa s2 ( setelah registrasi baru jadi mahasiwanya) dan akhirnya setelah pertimbangan panjang, dan meyakinkan diri aku memilih UNIVERSITAS INDONESIA sebagai next campus untukku. Semoga pilihanku menjadi jalan terbaik untuk kesuksesan kedepannya.Amin.
Harapan ditahun ini, menjadi mahasiswa pasca sarjana yang aktif di kelas, kampus, dan piawai pada praktiknya di luar kampus. Semoga pencapaian baik lainnya mengikuti, dan pastinya semua pencapaian pasti dilatarbelakangi proses yang matang. Selamt tahun baru, selamat memulai aktifitas baru, dan I'm the yellow jacket now!!!
Langganan:
Postingan (Atom)