Jumat, 04 November 2016

H. A. M. P. A

Ketika kebencian sudah menyatu dengan emosi. Akal rasional tidak dapat dikendalikan. Hati mulai tidak peka. Dan.. hampa yg akan datang. Aku berusaha membaca keadaan, memahami peristiwa namun profokasi dimana mana. Mungkin berawal dari keisengan untuk meramaikan pesta demokrasi. Menghilangkan satu kata yg akhirnya membuat sebuah "gimmick" serius. Mengorbankan orang orang tidak tahu atau sengaja untuk tidak mau tahu. Orang yg menelan segala tanpa saringan. Menyebarkan kebencian, menyatukan emosi hawa nafsu. Aku lelah, aku malu, hingga ring siaga 1 diriku termakan issue murah! Tertawalah kalian di ujung sana! Hai kalian!! Puas?! Aku terlalu polos untuk memperkirakan rencana besar kalian selanjutnya. Apa yg kalian cari? Kekuasaan?! Harta?! Hai bung semua itu tidak ikut dibawa mati !!! Lelah, malu. Dimakan efek ibadah rutin kalian!? Semudah itu termakan isu?! Fitnah?! Aah kalian seenaknya... Ulama sebenarnya, tidak akan mengajak untuk membenci. Ulama akan menjadi penyejuk dengan warisan ilmunya. Wallahualam.

Senin, 31 Oktober 2016

Choice (pilihan)

Seperti yg terjadi akhir"ini. Media masa sedang gencar membahas kandidat peserta pilkada serentak 2017. Berbagai daerah memiliki kandidat masing-masing. Begitupun juga DKI Jakarta. Sebagai ibu kota negara pasti memiliki porsi lebih saat publikasi. Ada 3 kandidat di pilkada DKI 1. Agus-sylivi 2.Basuki-Djarot 3. Anies -Sandi. Setiap warga dki berhak memilih pilhannya, tanpa paksaan. Masing" kandidat punya visi dan misi untuk memajukan DKI jakarta. Tinggal pilih yg relevan dan rasional. Masih di pilkada DKI, aku merasa ada kubu pembenci, penengah, dan penyinyir (✌) hehehe. Sah sah aja diantara mereka kampanye namun, jangan sampai saling menjatuhkan, apalagi fitnah. Tapi seperti tidak mungkin hal itu dihindari saat kampanye ya. Selanjutnya, isu sara pun menjadi momok seksi untuk terus di suarakan. Apalagi ada gerakan yg memang senang akan perdebatan hal itu. Semoga tidak sampai ada perpecahan hanya karena tidak mau saling memaafkan, tenggang rasa, dan berfikir sempit. Sedih memang ketika banyak orang yg dengan ringannya menyebar berita yg belum tentu kebenarannya. Lalu berakhir dengan kericuhan. Tunjukan sikap terbaik dalam segala hal! Dan tentukan pilihan!

Senin, 10 Oktober 2016

Cara menghilangkan tai lalat

Hai... Sekarang aku mau tulis tips cara menghilangkan tai lalat. Sebenernya in based on pengalaman aku banget. Mulai yaa... 1. Bawang putih Dengan bawang putih yg ditumbuk, lalu ditempelkan ke tai lalat maka daerah yg kena bawang putih jadi agak lembek. Aku pake berulang setiap bawang putih tumbuk mulai mengering. Aku ulangi terus sebanyak 3 kali dalam 1 jam. Kalo kira kira udh perih dan lembek aku olesin minyak sanghong, atau zaitun. Gunanya agar daerah tab mengering dan tau lalat bisa hilang. Tapi proses ini memang terhitung lebih lama dari pada dengan menggunakan kapur sirih yg dicampur sabun mandi cair (bisa juga sabun colek). 2. Kapur sirih yg dicampur sabun mandi cair Nah untuk cara yg ke dua, dari pengalaman yg aku alami (ciee) lebih cepat prosesnya dari pada menggunakan bawang putih yg ditumbuk. Cara membuatnya kapur sirih dihancurkan sampai seperti serbuk lalu dicampur sabun mandi cair. Setelah itu dioleskan ke daerah yg ada tau lalat. Step selanjutnya sama seperti diatas, ketika sudah mengering dioleskan kembali. Setelah dioles beberapa kali, agar cepat mengering oleskan minyak sanghong atau zaitun. 3. Kalusol (obat kutil) Nah kalo ini dari cerita Temen yg ngilangin tai lalat pak obat ini. Caranya juga sama dioles saja. Oke deh sehati aja tipe dari aku... Bye...

Senin, 26 September 2016

Welcome back

Welcome semuanya,,, udah lama ga nulis panjang panjang. Setelah 3 smester kuliah di kampus yg terkenal dengan slogan "we are the yellow jacket" ternyata memang melelahkan. Disamping dengan tugas dan persaingan, tetapi jarak tempuh rumah dan kampus yg membelah kawasan macet ibu kota. But well skrg udh nyusun tesis doakan segera selesai dengan hasil yg memuaskan. Ngomong ngomong ttg kepuasan, akhir akhir ini lagi banyak yg ngomongin ttg kepuasan berkarya. Tapi yg lagi hits karya yg "puas" itu yg nunjukin diri sendiri. Mungkin disini gue kritisi karya yg menurut gue berdampak "negatif" lebih banyak. Salah satu rapper yg punya youtube channel y**ngl*x punya banyak bgt video yg buat diri si empunya puas atas karyanya. But unfortunately karya beliau justru terkesan ngajak b*ndel. Dan ga mikir kalo karyanya bebas di tonton berbagai usia. Jujur gue berdoa beliau ybs bisa segera menerbitkan karya yg memang bermanfaat dan memiliki dampak positif. Memang skrg era digital dan semua orang bebas berkreasi, tapi seenggkanya masing masing orang punya pakem untuk menyajikan tayangan /tontonan yg "aman". Bisa dengan memberikan kualifikasi penonton, jgn dibebaskan siapa aja boleh nonton, padahal ada adegan atau kata kata yg tidak pantas ditonton semua kalangan. Apa yg kita tebar itu yg kita tuai, gitu aja sih sebenarnya. Oia ini baru warmingup gue mulai isi blog lagi. See you next chit chat!! Byee